Try OUT ONLINE

PKN STAN

TRY OUT ONLINE

PKN STAN

previous arrow
next arrow
Slider

Artikel Terbaru

Jiwa Baru PKN STAN. Kemenkeu dan No

Hai Calon Stanner, Ada yang menarik nih yang terjadi pada SPMB PKN STAN Tahun 2018 kemarin, para...

Sistem Drop Out. Mitos atau Beneran

Hai Calon Stanners Pasti banyak ya dari kalian yang sudah pernah dengar dari saudara, teman,...

Persaingan Ketat ! Jumlah Pendaftar

Minat pelajar untuk masuk ke sekolah kedinasan semakin tinggi. Hal ini disebabkan adana jaminan...

JURUSAN di Kampus PKN STAN

Secara umum jurusan di kampus PKN STAN tidak memandang background kamu apakah dari jurusan IPA,...

INFORMASI SPMB PKN STAN 2019

Perlu diketahui bahwa setiap tahun kampus PKN STAN selalu mengeluarkan kebijakan berbeda terkait...

Tips n Triks Lolos SPMB PKN STAN 20

   Berlatih mengerjakan soal secara Konsisten Percaya atau tidak konsistensi dalam belajar sangat...

Hai Calon Stanner,

Ada yang menarik nih yang terjadi pada SPMB PKN STAN Tahun 2018 kemarin, para pendaftar diminta untuk memilih program perkuliahan mereka yaitu, Kemenkeu atau Non Kemenkeu. Nah banyak para pendaftar yang masih bingung apa sih bedanya dan apa pengaruhnya terhadap si pendaftar?. Nah simak ya penjelasan berikut, karena kemungkinan besar program ini masih akan digunakan pada SPMB 2019.

Perbedaan mendasar yang membedakan program Kemenkeu dan Non Kemenkeu adalah di instansi mana nantinya kalian akan bekerja.

Pertama, Program Kemenkeu

lulusan dari program ini nantinya akan bekerja pada kantor pusat dan kantor-kantor vertikal instansi dibawah Kementerian Keuangan. Berikut adalah instansi-instansi dibawah Kementerian Keuangan yang sebagian besar lulusan PKN STAN ditempatkan:

1. Direktorat Jenderal Anggaran

2. Direktorat Jenderal Pajak

3. Direktorat Jenderal Bea dan Cukai

4. Direktorat Jenderal Perbendaharaan

5. Direktorat Jenderal Kekayaan Negara

6. Direktorat Jenderal Perimbangan Keuangan

7. Direktorat Jenderal Pengelolaan Pembiayaan dan Resiko

8. Badan Kebijakan Fiskal

9. Badan Pendidikan dan Pelatihan Keuangan

 

Gambar Struktur Organisai Kementerian Keuangan

Sumber : www.kemenkeu.go.id

 

Kedua, Program Non Kemenkeu

Sebenarnya program bukanlah hal baru bagi alumni dari PKN STAN khususnya jurusan Akuntasi. Karena ternyata dari dulu lulusan PKN STAN juga sudah ditempatkan di instansi di luar Kemenkeu, namun hanya di dua instansi saja yaitu Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) dan Badan Pengawasan Keuangan dan Pembangunan (BPKP). Tahun 2016 Menteri Perhubungan meminta lulusan PKN STAN untuk ditempatkan Instansi dibawah Kementerian Perhubungan. Mulai tahun 2017, lulusan Akuntansi PKN STAN diminta oleh lebih banyak K/L lainnya. Sampai saat ini lulusan PKN STAN sudah bekerja pada 26 K/L diluar Kementerian Keungan. Beberapa diantaranya :

1. Kementerian Perhubungan

2. Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian

3. Kementerian Petahanan

4. Kementerian Pemberdayaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi

5. Kementerian Koordinator Bidang Kemaritiman

6. Kementerian BUMN

7. Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat

8. Badan Pemeriksa Keuangan

9. Badan Pengawas Keuangan dan Pembangunan

10. Bappenas

11. Badan Narkotika Nasional

12. Badan Ekonomi Kreatif

Dan masih banyak lainnya

Karena banyaknya permintaan dari instansi lain diluar Kemenkeu, maka dari itu PKN STAN membuatkan Program khusus yaitu non Kemenkeu, untuk nantinya lulusannya akan bekerja pada K/L di luar Kementerian Keuangan

 

Mana yang Lebih Baik ?

Tentu banyak dari kalian yang bertanya, mana sih program yang lebih baik, kemenkeu apa non kemenkeu? Tentunya hal ini kembali lagi ke pribadi masing-masing ya. Namun kita akan bocorin sedikit nih kelebihan dan kekurangan dari 2 program tersebut. Secara Gaji dan Tunjangan, Kementerian Keuangan adalah yang terbesar untuk saat ini, namun, lulusannya akan ditempatkan di berbagai kantor vertikal di seluruh Indonesia. Jadi kalian harus siap ya ditempatkan dimana saja, dari ujung barat sampai ujung timur Indonesia. Untuk lulusan PKN STAN pada Program non Kemenkeu, memang gaji dan tunjangannya sedikit lebih kecil dibandingkan dengan Kementerian Keuangan, namun sebagian besar instansinya tidak memiliki kantor vertikal, sehingga lulusannya hanya bekerja di kantor pusatnya saja di kota Jakarta.

Nah jadi kalian apa nih?

Tim Kemenkeu apa Non Kemenkeu?

 

Hai Calon Stanners

Pasti banyak ya dari kalian yang sudah pernah dengar dari saudara, teman, ataupun guru-guru kalian kalau kuliah di PKN STAN itu ga gampang, karena adanya system Drop Out (DO). Bener ga sih? Terus apa saja yang dapat membuat mahasiswa di drop out?. Simak penjelasan kita berikut ini.

Sistem DO di PKN STAN memang bener adanya, namun kampus tidak serta merta membuat sistem ini tanpa ada alasannya, tujuan adanya sistem drop out adalah sebagai kontrol bagi mahasiswa agar dapat menjalakan perkuliahan sebagaimana seharusnya. Kontrol ini diperlukan karena pendidikan mahasiwa PKN STAN dibiayai menggunakan uang Rakyat dan tugas mereka adalah belajar. Jadi sistem DO diperlukan agar mahasiwanya tidak malas-malasan belajar.

Tapi tenang aja, mahasiswa tidak akan di drop out tanpa ada alasan yang jelas. Jadi tidak usah terlalu takut ya :D

Berikut adalah penyebab-penyabab mahasiwa di-Drop out:

1. Indeks Prestasi

    Di PKN STAN ada syarat kelulusan minimum yang harus capai setiap semesternya yaitu.

        a. Tidak boleh dapat nilai D pada MPK (Mata Kuliah Pengembangan Kepribadian), MPB (Mata Kuliah Perilaku Berkarya), MKB (Mata Kuliah Keahlian Berkarya)

       b. Tidak boleh lebih dari 2 Nilai D pada Mata Kuliah Keilmuan dan Keterampilan (MKK) dan MBB (Mata Kuliah Berkehidupan Bermasyarakat)

          c. Tidak boleh mendapat nilai E di semua mata kuliah

          d. Semester ganjil IP minimal 2,75

          e. Semester genap IPK minimal 2, 75

2. Kehadiran

    Kehadiran adalah faktor lain yang bisa menyebabkan seorang mahasiswa digugurkan dari pendidikannya di PKN STAN. Kehadiran mahasiswa dalam mengikuti perkuliahan akan menentukan seorang mahasiswa PKN STAN boleh mengikuti ujian atau tidak. Kriteria kehadiran mahasiswa yang diperbolehkan untuk mengikuti ujian adalah minimal hadir sebanyak 80% dari total pertemuan untuk setiap mata kuliah. Jika seorang mahasiswa tidak memenuhi kuota kehadiran sebanyak 80% atau tidak hadir lebih dari 3 (tiga) kali dalam satu mata kuliah maka mahasiswa yang bersangkutan tidak diperkenankan untuk mengikuti ujian yang otomatis akan mendapatkan nilai E pada mata kuliah tersebut. Dan mahasiswa yang bersangkutan tidak dapat melanjutkan pendidikannya di PKN STAN. Jadi jangan coba-coba tidak hadir kurang dari 80% ya.

3. Mencontek

     Ini adalah kasus yang paling parah, mencontek di STAN adalah perbuatan yang sangat tidak terpuji, yang apabila ketahuan kalian tidak perlu menunggu hasil ujian keluar, karena kalian akan langsung di sidang Drop Out. Hal ini sudah menjadi hal yang sangat dipatuhi oleh mahasiswa STAN karena sudah banyak kasus yang terbukti. Jadi bagi calon Stanners harus siap untuk mengandalkan diri sendiri pada saat ujain.

Jadi kalian ga usah terlalu takut, rata-rata tren IPK mahasiwa PKN STAN >3.00 karena kebanyakan anak STAN tuh pinter-pinter dan tidak pelit untuk berbagi ilmunya, biasanya yang paling pinter dikelas akan jadi tentor buat teman-temannya yang masih belum paham dengan materi yang diajarkan. Jadi apabila kalian tidak berbuat macem-macem, dan mentaati semua aturan yang berlaku di PKN STAN, kalian pasti bisa lulus dengan nilai yang memuaskan.

Secara umum jurusan di kampus PKN STAN tidak memandang background kamu apakah dari jurusan IPA, IPS, Madrasah atau sekolah kejuruan. Jadi kalian jangan khawatir apakah bisa mengikuti pelajaran di PKN STAN atau tidak.  Kuliah di PKN STAN artinya kalian akan mempelajari semua dari nol.

Tahun pertama kalian akan mempelajari semua dasar dasar yang dibutuhkan masing masing jurusan. Hampir semua jurusan mempelajari mata kuliah yang sama di tahun awal seperti Pengantar Akuntansi, Pengantar Perpajakan, Pengantar Ilmu Ekonomi, Pengantar Ilmu Hukum, Pengantar Komputer, Statistika, Etika Profesi PNS, Budaya Nusantara, Bahasa Inggris, Bahasa Indonesia, Agama, dan Pendidikan Kewarganegaraan.

Pada tahun kedua perkuliahan mulai menjurus sesuai jurusan masing masing dan tahun ke ketiga akan lebih mendalami ilmu spesialisasi masing-masing dan mencoba mempratekkannya. Praktek ilmu yang telah kalian pelajari dilakukan dalam bentuk PKL (Praktek Kerja Lapangan) di kantor-kantor/ instansi pemerintahan.

Perbedaan antara DI dan DIII yaitu :

  • Jangka waktu perkuliahan yang lebih singkat untuk DI yaitu 1 Tahun sedangkan DIII 3 tahun. Disarankan untuk kalian yang ingin cepat kerja maka lebih baik memilih jurusan DI. Selain itu DI juga meminimalkan kalian dari ‘Drop Out’ karena Cuma 2 semester sedangkan D3 6 semester yang akan kalian lalui dengan “was-was”.. hehe
  • Golongan PNS untuk tamatan DI adalah 2a sedangkan untuk DIII adalah 3c. dari segi gaji ketika bekerja memang lebih banyak untuk tamatan DIII.
  • Untuk tamatan DI bisa lanjut lagi DIII di kampus PKN STAN setelah 2 tahun bekerja sedangkan untuk tamatan DIII bisa lanjut ke DIV di kampus PKN STAN dengan minimal bekerja 2 tahun juga. tentunya hal tersebut melalui tes lagi..
  • Masa ikatan dinas untuk tamatan DI adalah 4 tahun sedangkan untuk D3 adalah 10 tahun

 

Berikut penjelasan masing masing spesialisasi di kampus PKN STAN:

  1. Spesialisasi DI Kebendaharaan

Lama pendidikan                : 1 Tahun (2 Semester)

Materi yang dipelajari         : Perencanaan Kinerja Anggaran, Perencanaan Anggaran,   Pelaksanaan Pendapatan Negara, Sistem Penganggaran, Pengelolaan Keuangan Daerah, Pelaksanaan BelanjaNegara,

Penempatan kerja               : Direktorat Jenderal Perbendaharaan (DJPB), Direktorat Jenderal     Perimbangan Keuangan (DJPK), Direktorat Jenderal Pajak (DJP), Direktorat Jenderal Anggaran (DJA), Direktorat Jenderal Pembiayaan dan risiko (DJPPR)

Tentang jurusan                   :Secara umum kalian akan mempelajari tentang uang yang masuk ke negara (Pendapatan Negara) dan uang yang keluar dari kas negara (Belanja) atau apa yang kita sebut sebagai APBN. Selain itu di spesialisasi ini  kalian akan belajar pajak tapi tidak semendalam anak pajak itu sendiri. Disini juga belajar bagaimana efesiensi belanja negara dan pertanggungjawaban penggunaan uang negara. Di jurusan ini kalian akan banyak sekali menghapal karena semua based on peraturan. Jurusan ini sangat cocok buat kalian yang tidak terlalu suka hitungan dan suka menghapal. Fyi jurusan ini Cuma ada di kampus PKN STAN lo, berbeda dengan jurusan akuntansi dan pajak yang ada di beberapa kampus lain.

  1. Spesialisasi DI Pajak

Lama pendidikan              : 1 Tahun (2 Semester)

Materi yang dipelajari       : Ketentuan Umum Perpajakan, Pajak Penghasilan, Pajak Penghasilan Pot-Put, Pajak Pertambahan Nilai, Penagihan dan Sengketa Pajak, Pengantar Hukum Pajak

Penempatan kerja            : Direktorat Jenderal Pajak (DJP)

Tentang Jurusan               : Jurusan ini menyiapkan kalian untuk menjadi aparatur pemerintah di bidang perpajakan. Diantara sekian banyak spesialisasi di PKN STAN, spesialisasi pajak terbilang memiliki banyak peminat.

  1. Spesialisasi DI Kepabeanan dan Cukai

Lama pendidikan              : 1 Tahun (2 Semester)

Materi yang dipelajari       : Keterampilan Komputer dan Pengenalan SAP KC, Pengadaan Barang dan Jasa, Pengantar Kepabeanan, Pengantar Cukai, Pengawasan dan Penindakan Kepabeanan dan Cukai, Pengetahuan dan Identifikasi Barang, Teknis Cukai, Teknis Kepabeanan, Teknis Kepabeanan Penerimaan, Pengantar Teknis Perdagangan Internasional

Penempatan kerja           : Direktorat Jenderal Bea dan Cukai (DJBC)

Tentang jurusan               : Perkuliahan di jurusan bea cukai sistemnya agak semi militer, karena nanti bisa aja ditempatkan di pelabuhan atau daerah perbatasan sehingga mungkin akan menghadapi penyelundup secara langsung. Spesialisasi DI Kepabeanan dan Cukai terdiri dari pria dan Wanita, berbeda dengan spesialisasi DIII Kepabeanan dan Cukai yang hanya terdiri dari pria saja. Ada syarat khusus untuk masuk ke spesialisasi ini yaitu:

  1.   Laki-laki tinggi badan minimal 165 cm;
  2.   Perempuan tinggi badan minimal 155 cm;
  3.    Tidak cacat badan;
  4.   Tidak buta warna; dan
  5.   Untuk pengguna kacamata/lensa kontak minus (rabun jauh) dan/atau plus (rabun dekat) dan/atau silindrls dapat diberikan toleransi maksimal sampai ukuran 2 dioptri. 

4. Spesialisasi DIII Kebendaharaan Negara

Lama Pendidikan               : 3 Tahun (6 Semester)

Materi yang dipelajari         : Ekonomi Mikro, Ekonomi Mikro, Bank dan Lembaga Keuangan, Pengantar Ekonometrika, Akuntansi Biaya, Manajemen, Manajemen Keuangan, Manajemen Proyek, Keuangan Publik, Hukum Keuangan Negara, Perencanaan Kinerja Anggaran, Sistem Penganggaran, Pelaksanaan Pendapatan Negara, Pngelolaan Keuangan Daerah, Pelaksanaan Belanja Daerah, Akuntansi Keuangan Pemerintah Pusat, Perimbangan Keuangan Pusat dan Daerah, Pengelolaan kas Negara, Pengelolaan Investasi Pemerintah, Pengadaan Barang/ Jasa Pemerintah, Pengelolaan Barang Milik Negara, Pengelolaan Utang, Pengelolaan Keuangan BLU, Monitoring dan Evaluasi Anggaran, dan Hukum Perdata.

Penempatan kerja              : Direktorat Jenderal Perimbangan Keuangan (DJPK), Direktorat  Jenderal Perbendaharaan (DJPB), Direktorat Jenderal Anggaran (DJA), Direktorat Jenderal Pajak (DJP), Badan Pendidikan dan Pelatihan Keuangan (BPPK), Sekretariat Jenderal Kementerian Keuangan, Direktorat Jenderal Pengelolaan Pembiayaan dan Risiko (DJPPR), dan instansi di luar Kementerian Keuangan

Tentang jurusan                 : Perbedaan antara DI KBN dan DIII KBN yang paling mencolok adalah jangka waktu perkuliahan. Di jurusan ini kalian dituntut untuk kuat menghapal peraturan peraturan yang selalu berubah ubah bahkan ada yang berubah setiap tahun contohnya Undang-Undang APBN hehe.

  1. Spesialisasi DIII Pajak

Lama Pendidikan               : 3 Tahun (6 Semester)

Materi yang dipelajari:        : Akuntansi Biaya, Akuntansi Keuangan Lanjutan, Akuntansi Keuangan Menengah, Analisis Laporan Keuangan, Audit Keuangan Sektor Komersial, Hukum Keuangan Negara, Keuangan Publik, Manajemen, Manajemen Keuangan, Proses Bisnis Wajib Pajak, Akuntansi Perpajakan, Ketentuan Umum Perpajakan, Pajak Penghasilan, Pajak Potongan dan Pungutan, Pajak Pertambahan Nilai, Pajak Bumu dan Bangunan, Pajak Daerah dan Retribusi Daerah, Pemeriksaan Pajak, Penagihan dan Sengketa Pajak, PPnBM, Pajak Internasional, Hukum Perdata dan Komunikasi Bisnis.

Penempatan Kerja             : Sekitar 90% lebih di Direktorat Jenderal Pajak, Selebhnya di Sekretariat Jenderal Kementerian Keuangan, Badan Kebijakan Fiskal (BKF), Direktorat Jenderal Perimbangan Keuagan (DJPK).

Tentang Jurusan                : Spesialisasi ini merupakan salah satu jurusan dengan minat terbanyak. Di spesialisasi ini antara antara hitungan dan hapalannya “balance”. Hitungan yaitu saat kalian memperhitungkan hutang pajak dan  pengerjjaan soal akuntansi sedangkan hapalannya yaitu kalian harus menghapal peraturan-peraturan perpajakan. Masing masing jenis pajak punya undang-undangnya tersendiri.

  1. Spesialisasi DIII PBB/Penilai

Lama Pendidikan               : 3 Tahun (6 semester)

Materi yang dipelajari         : Matematika, Ilmu Ukur Tanah, Sistem Informasi Geografi, PWK (Planologi), Teknologi Bangunan, Pemeliharaan Bangunan, Penilaian SDA

Penempatan kerja              : Mayoritas di Direktorat Jenderal Kekayaan Negara (DJKN), beberapa di Direktorat Jenderal Pajak

Tentang Jurusan                : Banyak yang bilang kalau ini merupakan jurusan Teknik nya di PKN STAN karena mata kuliahnya kebanyakan berhubungan dengan hitungannya. Kerjaannya pun banyak di lapangan. Bagi kalian yang hobi kerja lapangan maka jurusan ini paling cocok. Nanti setelah lulus kamu akan kerja menilai aset aset negara. Seperti menilai bangunan dan barang milik negara lainnya

  1. Spesialisasi DIII Kepabenan dan Cukai

Lama Pendidikan                 : 3 Tahun (6 semester)

Materi yang dipelajari           : Klasifikasi Barang, Pengantar Cukai, Pengantar Kepabeanan, Pengawasan dan Penindakan Kepabeanan dan Cukai, Pengetahuan dan Identifikasi Barang, Teknis Cukai, Teknis Kepabeanan, Teknis Kepabeanan Penerimaan, Manajemen, Akuntansi Biaya, Audit Kepabeanan dan Cukai, Audit Kepabeanan dan Cukai II, Kepabenan Internasional, Ketentuan barang Larangan dan Pembatasan, Manajemen Risiko Kepabeanan dan Cukai, Penegakan Hukum Kepabeanan dan Cukai, Pengetahuan dan Identifikasi Barang, Teknik Perdagangan Internasional dan Hukum Perdata

Penempatan kerja               : Mayoritas di Direktorat Jenderal Bea dan Cukai namun ada beberapa orang yang ditempatkan di Sekretariat Jenderal Kementerian Keuangan

Tentang jurusan                   : Spesialisasi ini hanya diisi oleh laki-laki. Syarat tambahan untuk bisa masuk jurusan ini adalah tinggi badan 165 cm,  menggunakan kacamata dengan minus/plus/silindris maksimal di angka 2 dioptri, dan tidak boleh cacat badan. Syarat tersebut diperlukan karena ketika bekerja nanti petugas bea cukai harus memiliki ketangkasan dalam memeriksa barang-barang yang mencurigakan khususnya di bagian imigrasi. Spesialisasi Kepabeanan dan Cukai memiliki seragam yang berbeda dengan spesialisasi lain, hmm kebayangkan kerennya orang-orang di spesialisasi ini.

  1. Spesialisasi DIII Manajemen Aset

Lama Pendidikan                : 3 tahun (6 semester)

Materi yang dipelajari         : Ekonomi Makro, Pengantar Pengelolaan Keuangan, , Manajemen, Manajemen Keuangan, Hukum Perusahaan, Hukum Pertanahan, Hukum Perdata, Pengurusan Piutang Negara, Eksekusi PUPN, Pengetahuan Lelang, Risalah dan Administrasi Lelang, Penilaian Aset dan Properti, Penilaian Usaha, Pengelolaan BMN, Pengelolaan Kekayaan Negara dipisahkan, Aplikasi SIM Kekayaan Negara, Manajemen Risiko Pengelolaan, Peradilan TUN,

Penempatan Kerja              : Direktorat Jenderal Kekayaan Negara (DJKN)

Tentang Jurusan                 : Berkaitan dengan kepengurusan aset-aset negara.

  1. Spesialisasi DIII Akuntansi

Lama Pendidikan                  : 3 Tahun (6 Semester)

Materi yang dipelajari            : Ekonomi Mikro, Ekonomi Makro, Keuangan Publik  Lab Pengantar Akuntansi, Manajemen, Manajemen Keuangan, Pengantar Pengelolaan Keuangan Negara, Akuntansi Biaya, Akuntansi Keuangan Lanjutan, Akuntansi Keuangan Menengah, Akuntansi Pemerintahan, Audit Keuangan Sektor Komersial, Audit Sektor Pemerintah, Sistem Informasi Akuntansi, Komputer Audit dan Hukum Perdata

Penempatan Kerja                : Flexible bisa di seluruh instansi baik kementerian keuangan atau non kementerian keuangan

Tentang Jurusan                   : Secara umum, yang dipelajari di spesialisasi Akuntansi PKN STAN dan di akuntansi di universitas lain ga jauh beda. Namun di PKN STAN ada tambahan mata kuliah di bidang pemerintahan. Penempatan kerja untuk spesialisasi ini hampir bisa ke instansi manapun.

Minat pelajar untuk masuk ke sekolah kedinasan semakin tinggi. Hal ini disebabkan adana jaminan pekerjaan yang diberikan kepada mahasiswa kedinasan setelah menyelesaikan pendidiakan mereka. Salah satunya, jumlah pendaftar ke Politeknik Keuangan Negara (PKN) Sekolah Tinggi Akuntansi Negara (STAN) tidak pernah sepi Peminat, selalu tinggi setiap tahun dan memiliki rasio kelulusan yang sangat kecil. Secara rata-rata, jumlah pendaftar PKN STAN yang dinyatakan lulus hanya berkisar pada rasio 3-5% setiap tahunnya.

Banyaknya peminat PKN STAN disebabkan beberapa hal, diantaranya, PKN STAN tidak mengenal kuota berdasarkan kota atau provinsi. Melainkan kuota penerimaan mahasiswa baru PKN STAN ditentukan secara nasional dari seluruh peserta yang lulus perankingan ambang batas Ujian Masuk PKN STAN. Kuota peserta yang diterima di PKN STAN lebih banyak daripada sekolah kedinasan lainnya. Lulusan PKN STAN sebagian besar bekerja pada Kementerian Keuangan, yang masuk dalam salah satu kementerian dengan gaji terbesar di Indonesia, walaupun mulai tahun 2018 lulusan PKN STAN sudah banyak diminta untuk bekerja di Instansi lain diluar Kementerian Keuangan. Hal-hal inilah yang menarik minat siswa untuk mendaftar di PKN STAN.

Dikutip dari Jumanto.com, berikut jumlah pendatar PKN STAN serta kuota yang diterima :

      1.   Jumlah Pendaftar PKN STAN 2018

                    Berdasarkan data yang saya peroleh dari Panitia Seleksi Nasional (Panselnas), jumlah pendaftar PKN STAN tahun 2018 hampir 150 ribu orang lho, lebih tepatnya, ada 147.702 orang yang mendaftar PKN STAN di tahun 2018. Kuota STAN tahun 2018 ada 7.301 kursi.

     2.   Jumlah Pendaftar PKN STAN 2017

                    Jumlah pendaftar PKN STAN tahun 2017 justru lebih fantastis lagi dibandingkan dengan tahun 2018.

Peserta pendaftar PKN STAN tahun 2017 ada 166.315 orang di mana kuota mahasiswa STAN tahun 2017 lalu ada 6.961 formasi.

Jumlah pendaftar PKN STAN tahun 2017 memecahkan rekor MURI sebagai jumlah pendaftar sekolah kedinasan terbanyak di Indonesia.

     3.   Jumlah Pendaftar PKN STAN 2016

                    Jumlah pendaftar PKN STAN tahun 2016 ada 112.666 sedangkan jumlah kuota yang diterima ada 3.650 dengan persentase kuota 3,24%.

     4.   Jumlah Pendaftar PKN STAN 2015

                     Di tahun 2015, jumlah calon mahasiswa yang mendaftar STAN ada 65.835 orang sedangkan kuota yang diterima ada 3.650.

     5.   Jumlah Pendaftar PKN STAN 2014

                      Ada 103.175 pendaftar STAN pada tahun 2014 dengan kuota yang diterima ada 4.467 orang.

Nah, untuk selengkapnya, berikut ini data jumlah pendaftar STAN dari tahun 2005 s.d. tahun 2018.

 

Perlu diketahui bahwa setiap tahun kampus PKN STAN selalu mengeluarkan kebijakan berbeda terkait penerimaan mahasiswa baru. Baik dari sisi Kuota penerimaan , Spesialisasi/Jurusan, Persyaratan peserta ujian masuk, serta Tata cara ujian. Namun demikian, sebelum pengumuman resmi dirilis pihak official PKN STAN kami mengajak teman – teman untuk melihat ketentuan mengenai seleksi penerimaan mahasiswa baru PKN STAN 2018 sebagai acuan sementara untuk bisa mempertimbangkan, menentukan pilihan dan target yang telah teman-teman buat dan LOLOS SPMB PKN STAN 2019.

Berikut kami sampaikan ketentuan terkait penerimaan Mahasiswa Baru DI dan DIII PKN STAN Tahun 2018 yang dikutip dari Penguman Nomor PENG- 46/PKN/2018 tentang seleksi penerimaan mahasiswa baru spesialisasi diploma I dan diploma III PKN STAN tahun 2018 untuk CPNS Kementerian Keuangan dan Non-Kementerian Keuangan.

Spesialisai penerimaan mahasiswa baru PKN STAN 2018 sebagai berikut

  1.       Spesialisasi DI Kebendaharaan
  2.       Spesialisasi DI Pajak
  3.       Spesialisasi DI Kepabeanan dan Cukai
  4.       Spesialisasi DIII Kebendaharaan Negara
  5.       Spesialisasi DIII Pajak
  6.       Spesialisasi DIII PBB/Penilai
  7.       Spesialisasi DIII Kepabenan dan Cukai
  8.       Spesialisasi DIII Manajemen Aset
  9.       Spesialisasi DIII Akuntansi

 

A. KRITERIA PESERTA

Kebutuhan dari masing-masing spesialisasi diperuntukan bagi peserta dengan kriteria:

  1. Program Reguler adalah program penerimaan mahasiswa baru dari seluruh wilayah di Indonesia yang ditujukan untuk mengisi formasi Kementerian Keuangan dan Non Kementerian Keuangan
  2. Program Afirmasi adalah program penerimaan mahasiswa baru yang dikhususkan untuk putra-putri dari Provinsi Papua, Papua Barat, Maluku, Maluku Utara, dan Nusa Tenggara Timur untuk mengisi formasi pegawai Kementerian Keuangan pada unit kerja di wilayah tersebut

 

B. SYARAT-SYARAT PENDAFTARAN

  1. Lulusan (tahun 2017 dan sebelumnya) atau calon lulusan (tahun 2018) semua sekolah menengah atas atau yang sederajat
  2. Persyaratan nilai (bukan hasil pembulatan) bagi pendaftar: 

a. Untuk lulusan tahun 2017 dan sebelumnya, memiliki rata-rata nilai ujian yang tertulis pada ijazah tidak kurang dari 70,00 dengan skala 100,00; atau

b. Untuk calon lulusan tahun 2018, memiliki nilai rata-rata rapor untuk komponen pengetahuan pada 5 semester (semester gasal dan genap untuk kelas X dan XI serta semester gasal kelas Xli) tidak kurang dari 70,00 dengan skala 100,00 atau 2,80 dengan skala 4,00, dengan ketentuan pada saat pendaftaran ulang yang bersangkutan telah dinyatakan lulus dan memiliki rata-rata nilai ujian yang tertulis pada ijazah tidak kurang dari 70,00 dengan skala 100,00.

3. Usia maksimal pada tanggal 1 September 2018 adalah 20 tahun, dalam pengertian calon peserta yang lahir sebelum tanggal 1 September 1998 tidak diperkenankan untuk mendaftar. Usia minimal pada tanggal 1 September 2018 adalah 17 tahun bagi peserta yang memilih Spesialisasi Diploma I dan 15 tahun bagi peserta yang memilih Spesialisasi Diploma III.

*( Untuk SPMB PKN STAN  2019 berarti usia maksimal pada 1 september 2019 adalah 20 tahun,dalam pengertian calon peserta yang lahir sebelum tanggal 1 September 1999 tidak diperkenankan untuk mendatar)

  1. Berbadan sehat dan bebas dari napza (narkoba, psikotropika. dan zat adiktif lainnya). Kriteria berbadan sehat adalah;
  2. mampu melihat, mendengar, dan berbicara dengan baik;
  3. mampu melakukan tugas seperti menganalisa, mengetik, menyampaikan buah pikiran, dan berdiskusi; dan
  4. mampu bergerak tanpa menggunakan alat bantu berjalan atau dengan menggunakan alat bantu berjalan seiain kursi roda.
  5. Belum menikah dan bersedia untuk tidak menikah selama mengikuti pendidikan.
  6. Khusus Spesialisasi Kepabeanan dan Cukal ditambahkan syarat sebagai berikut:
  7. Jenis kelamin dan tinggi badan:

1)Spesialisasi Diploma I:

  •         Laki-laki tinggi badan minimal 165 cm;
  •         Perempuan tinggi badan minimal 155 cm;

2)Spesialisasi Diploma III:

  •         Berjenis kelamin laki-laki dengan tinggi badan minimal 165 cm;
  1. Tidak cacat badan;
  2. Tidak buta warna; dan
  3. Untuk pengguna kacamata/lensa kontak minus (rabun jauh) dan/atau plus (rabun dekat)

dan/atau silindrls dapat diberikan toleransi maksimal sampai ukuran 2 dioptri.

  1.       Khusus Program Afirmasi ditambahkan syarat sebagai berikut:
  2.       dicalonkan oleh SMA/SLTA atau yang sederajat dari wilayah Papua, Papua Barat, Maluku, Maluku Utara, dan Nusa Tenggara Timur dengan ketentuan setiap 1 (satu) SMA/SLTA mencalonkan hanya 1 (satu) siswa terbaiknya; dan
  3.       telah menyelesaikan SD atau yang sederajat, SMP/SLTP atau yang sederajat di wilayah Papua, Papua Barat, Maluku, Maluku Utara, dan Nusa Tenggara TImur atau memiliki garis keturunan orang tua (ayah atau ibu kandung) asli wilayah Papua, Papua Barat, Maluku, Maluku Utara, dan Nusa Tenggara Timur
  4.       Menyetor biaya pendaftaran sebesar Rp 300.000,00 (tiga ratus ribu rupiah). Biaya tersebut sudah termasuk biaya pelaksanaan Seleksi Kemampuan Dasar berdasarkan PP Nomor 63 Tahun 2016 tentang Jenis dan Tarif atas Jenis Penerimaan Negara Bukan Pajak yang berlaku pada Badan Kepegawaian Negara.
  5.       Pendaftar tidak pernah terdaftar sebagai mahasiswa di PKN STAN atau Sekolah Tinggi Akuntansi Negara.
  6.      TATA CARA PENDAFTARAN
  7.       Tahapan pendaftaran meliputi:
  8.       Registrasi peserta dan pemilihan sekolah kedlnasan: PKN STAN melalui portal http://sscndikdin.bkn.ao.id pada tanggal 9-30 April 2018. Peserta hanya boleh mendaftar di satu sekolah kedinasan pada Kementerian/Lembaga dan apabila pelamar diketahui mendaftar lebih dari satu sekolah kedinasan pada Kementerian/Lembaga, maka yang bersangkutan dinyatakan gugur;
  9.       Pengisian formulir pendaftaran online {e-registration) melalui portal http://spmb.pknstan.ac.id pada tanggal 9-30 April 2018 yang terdiri dari tahapan sebagai berikut:

1)      Login dengan menggunakan username dan password yang didaftarkan pada portal http://sscndikdin.bkn.ao.id:

2)      Mengisi data pilihan unit penempatan (Kementerian Keuangan atau Non-Kementerian Keuangan);

3)      Mengisi data pilihan spesiaiisasi;

4)      Mengisi formulir pendaftaran online dan mengunggah pas foto (berlatar belakang merah, mengenakan kemeja putih polos, dan bagi peserta wanita yang berjilbab mengenakan jilbab warna putih polos), dan dokumen yang dipersyaratkan (ijazah/rapor dan identitas diri). Bagi pendaftar calon lulusan tahun 2018 mengunggah Surat Keterangan Mengikuti Ujian Nasional yang ditandatangani oleh Kepala Sekolah/pejabat yang berwenang;

5)      Mengunci data dan mendapatkan kode MVA {Mandiri Virtual Account)]

6)      Menyetor biaya pendaftaran sesuai dengan ketentuan; dan

7)      Mengunduh dan mencetak Bukti Peserta Ujian (BPU).

  1.          Calon peserta Program Afirmasi mengunggah tambahan dokumen sebagai berikut:
  2.       Surat Rekomendasi dari Kepala Sekolah SMU/SLTA dari wilayah Papua, Papua Barat, Maluku, Maluku Utara, dan Nusa Tenggara Timur dengan ketentuan setiap 1 (satu)SMA/SLTA hanya mencalonkan 1 (satu) siswa terbaiknya ;
  3.       Ijazah SD dan Ijazah SMP atau Akta Kelahiran, KTP ayah atau ibu kandung, dan Surat Keterangan Hubungan Keluarga dari Kelurahan/Kepala Desa.
  4.       Calon peserta melakukan pembayaran dengan ketentuan sebagai berikut:
  5.       Periode pembayaran adalah 9 April - 3 Mei 2018;
  6.       Pembayaran dilakukan melalui Bank Mandiri, dengan cara setoran tunai, ATM, m-banking, atau internet banking (perhatikan tata cara pembayaran pada situs http://spmb.pknstan.ac.id) dengan menggunakan MVA;
  7.       Sebelum melakukan pembayaran, calon peserta harus memastikan dirinya telah memenuhi seluruh persyaratan sebagaimana tercantum dalam butir A, dan uang yang telah disetor tidak dapat diminta kembali dengan alasan apapun;
  8.       Calon peserta yang telah melakukan pengisian formulir pendaftaran online {e-reglstration) dan telah melakukan pembayaran di bank pada periode penyetoran dapat mengunduh Bukti Peserta Ujian (BPU) melalui situs http://spmb.pknstan.ac.id dan mencetaknya di kertas HVS warna putih ukuran A4;
  9.       Peserta yang telah mengunduh BPU menempeikan pas foto berwarna terbaru ukuran 4X6 cm (berlatar beiakang merah, mengenakan kemeja putih polos, dan bagi peserta wanita yang berjilbab mengenakan jilbab warna putih polos) pada tempat yang telah disediakan di BPU. Pas foto yang ditempel harus sama dengan yang diunggah pada saat pendaftaran online.
  10.       Panduan pendaftaran secara lengkap dapat dilihat pada situs http://www.kemenkeu.qo.id. http://www.bppk.kemenkeu.qo.id. dan http://www.pknstan.ac.id
  11.     TAHAPAN PELAKSANAAN UJIAN

Ujian terdiri atas:

  1.       Ujian Tertulis
  2.       Ujian Tertulis dengan menggunakan Computer Assisted Test (CAT) akan diselenggarakan pada tanggal 27 Juni sampai dengan 7 Jull 2018 di lokasi sebagai berikut:

1) Jakarta                  11)Cimahi                         21)Balikpapan

2) Banda Aceh            12)Semarang                   22) Manado

3) Medan                      13) Yogyakarta               23) Palu

4) Padang                     14) Surabaya                   24) Makassar

5) Pekanbaru              15) Malang                      25) Ambon

6) Batam                       16) Denpasar                  26)Sorong

7) Jambi                        17) Mataram                   27)Jayapura                    

8) Bengkulu                 18) Kupang                      28)Tarempa

9) Palembang              19) Pontianak                 29)Ternate

10) Bandar Lampung   20) Banjarmasin       30) Merauke

  1.       Ujian Tertulis terdiri atas:

1)      Seleksi Kompetensi Dasar (SKD) meliputi:

  1. Tes Karakteristik Pribadi;
  2. Tes Intelegensi Umum; dan

                                           iii. Tes Wawasan Kebangsaan.

2)      Tes Potensi Akademik (TPA), dan

3)      Tes Bahasa Inggrls (TBI).

  1.       Peserta dinyatakan lulus Ujian Tertulis apabila:

1)      memenuhi nilai ambang batas SKD sesuai PERMENPANRB Nomor 22 Tahun 2018 tentang Penerimaan Mahasiswa-Mahasiswi/Taruna-Taruni Sekolah Kedinasan Pada Kementerian/Lembaga Tahun 2018;

2)      memenuhi nilai ambang batas TPA (67) dan TBI (30);

3)      peserta berada di peringkat yang sesuai dengan jumlah kebutuhan yang tersedia.

  1.       Pemeringkatan hasil ujian tertulis sebagaimana dimaksud pada poin c nomor 3) dilakukan berdasarkan:

1)      Nilai total yang merupakan penjumlahan dari nilai TPA dan TBI;

2)      Apabila terdapat peserta dengan jumlah nilai total TPA dan TBI yang sama sehingga mengakibatkan jumlah yang dapat diterima melebihi kebutuhan, nilai peserta tersebut akan diurutkan berdasarkan nilai SKD sesuai dengan PERMENPANRB Nomor 22 Tahun 2018.

  1.       Peserta Program Afirmasi, dinyatakan lulus ujian tertulis apabila memenuhi nilai ambang batas SKD sesuai PERMENPANRB Nomor 22 Tahun 2018 dan berada di  peringkat yang sesuai dengan jumlah kebutuhan yang tersedia. Pemeringkatan dllakukan berdasarkan nilai SKD.
  2.        Penentuan speslalisasi bagi peserta yang lulus Seleksi Penerimaan Mahasiswa Baru (SPMB) PKN STAN ditentukan oleh Panitia Pusat berdasarkan nilai total TPA dan TBI dan pilihan peserta pada saat pendaftaran.
  3.       Pengumuman jadwal dan tempat Ujian Tertulis dapat dilihat melalui situs http://www.kemenkeu.qo.id. http://www.bppk.kemenkeu.ao.id. dan http://www.pknstan.ac.id pada tanggai 31 Mel 2018.
  4.        Ujian Tertulis diiaksanakan selama 150 menit dengan pembagian sesi sebagai berikut:

Sesi

Waktu

Senin, Selasa, Rabu, Kamis,Sabtu, dan Minggu

Jumat

I

08.00 s.d. 10.30

08.00 s.d. 10.30

II

11.30 s.d. 14.00

13.30 s.d. 16.00

III

15.00 s.d. 17.30

Tidak ada

  1.         Peserta wajib hadir dan melakukan verifikasi 60 menit sebelum jadwal sesi ujiannya dengan menunjukkan:

1) Bukti Peserta Ujian (BPU) asll yang telah ditempel pas foto berwarna sebagaimana dimaksud pada huruf C angka 1 poin b.7): dan

2} Bukti Identitas (KTP/SIM/Surat Keterangan Pengganti KTP/Kartu Keluarga/Paspor) asli sesuai dengan ketentuan.

  1.         Pelaksanaan Ujian Tertulis diselenggarakan sesuai dengan alamat lokasi pelaksanaanujian dan pembagian sesi sebagaimana tercantum pada pengumuman (poin g).
  2.       Peserta hanya dapat mengikuti Ujian Tertulis pada hah/tanggai dan sesi sesuai yang tercantum pada pengumuman (poin g). Bagi peserta yang terlambat dan/atau salah waktu/iokasi ujian tidak diperkenankan masuk untuk mengikuti ujian, dan dinyatakan gugur.
  3.         Peserta pria wajib mengenakan kemeja lengan panjang/pendek polos warna putih, ceiana panjang formal warna hitam polos, dan ikat pinggang.
  4.     Peserta wanita wajib mengenakan busana/blus lengan panjang/pendek polos warna putih, dan rok panjang formal (sampai mata kaki) tanpa beiahan warna hitam polos.
  5.       Ujian Kesehatan dan Kebugaran
  6.       Ujian Kesehatan dan Kebugaran hanya dilkuti oleh calon mahasiswa Spesialisasi Diploma I dan Diploma III Kepabeanan dan Cukai.
  7.       Ujian Kesehatan dan Kebugaran diselenggarakan pada tanggai 23 - 25 Juli 2018. Lokasi, dan jadwal ujian akan diumumkan pada tanggai 13 Juli 2018.
  8.       Ujian Kesehatan dan Kebugaran meliputi:

1)      Ujian Kesehatan, yaitu pemeriksaan yang mencakup pemeriksaan tinggi dan berat badan, tekanan darah, minus mata, dan/atau pemeriksaan lainnya

2)      Ujian Kebugaran, yaitu lari mengelilingi lintasan, pull up/chinning, push up, sit up,shuttle run dan/atau aktivitas lainnya.

  1.       Peserta dinyatakan lulus Ujian Kesehatan dan Kebugaran apabila:

1)      peserta memenuhi kriteria kesehatan dan kebugaran yang ditentukan oleh Panitia Pusat;

2)      peserta berada di peringkat yang sesuai dengan jumlah kebutuhan yang tersedla.

  1.       Pemeringkatan peserta dilakukan berdasarkan nilai Ujian Tertulis.
  2.    JADWAL KEGIATAN SPMB PKN STAN

No

Tanggal

Kegiatan

1.

9 s.d. 30 April 2018

Pendaftaran online

2.

9 April s.d. 3 Mei 2018

Pembayaran biaya pendaftaran

3.

31 Mei 2018

Pengumuman jadwal dan lokasi Ujian Tertulis

4.

27 Juni s.d. 7 Juli 2018

Ujian tertulis

5.

13 Juli 2018

Pengumuman jadwal dan lokasi Ujian Kesehatan dan Kebugaran

6.

23-25 Juli 2018

Ujian Kesehatan dan Kebugaran

7.

1 Agustus 2018

Pengumuman kelulusan SPMB PKN STAN

8.

3 September 2018

Mulai Pendidikan

Pengumuman dapat dilihat pada situs http://www.kemenkeu.Qo.id. http://www.bppk.kemenkeu.qo.id. dan http://www.pknstan.ac.id.

  1.      PENDIDIKAN
  2.       Pendidikan untuk Spesialisasi Diploma I dan Diploma III akan dimulai pada tanggal 3 September 2018.
  3.       Lama pendidikan untuk Spesialisasi Diploma I adalah dua semester. Mahasiswa yang tidak memenuhi syarat kelulusan pada tiap akhir semester akan dikeluarkan dari program pendidikan PKN STAN.
  4.       Lama pendidikan untuk Spesialisasi Diploma III adalah enam semester. Mahasiswa yang tidak memenuhi syarat kelulusan pada tiap akhir semester akan dikeluarkan dari program pendidikan PKN STAN.
  5.       Pendidikan Spesialisasi Diploma I dan Diploma III diselenggarakan di Kampus PKN STAN.
  6.       Mahasiswa tidak dipungut biaya kuliah selama mengikuti pendidikan.
  7.       Lulusan Spesialisasi Diploma I dan Diploma III dapat diangkat menjadi Galon Pegawai Negeri Sipil (CPNS) di lingkungan Kementerian Keuangan atau Non-Kementerian Keuangan baik di pusat maupun di daerah sesuai dengan formasi yang tersedia pada tahun yang bersangkutan.
  8.     LAIN-LAIN
  9.        Semua biaya (transaksi bank, transportasi, akomodasi, dan Iain-lain) yang dikeluarkan dalam rangka mendaftarkan diri dan menglkuti ujian menjadi tanggungan peserta.
  10.       Dalam proses SPMB Spesiallsasi Diploma I dan Diploma III PKN STAN Tahun 2018, tidak diadakan surat-menyurat dan tidak ada dispensasi dalam bentuk apapun.
  11.        Kelulusan peserta adalah prestasi peserta sendiri. Jika ada pihak-pihak yang menjanjikan keiulusan dengan motif apa pun, maka hal tersebut merupakan tindakan penipuan dan di luar tanggung jawab panitia.
  12.       PKN STAN tidak menerbitkan pembahasan soal-soal seleksi tahun-tahun sebelumnya, tidak membuat prediksi soal tahun ini, serta tidak menyelenggarakan dan tidak bekerja sama dengan bimbingan belajar manapun,
  13.       Kelalaian atau kesalahan yang dilakukan oleh peserta pada seluruh tahapan SPMB menjadi tanggung jawab peserta.
  14.       Panitia SPMB berwenang untuk mengalokasikan peserta yang dinyatakan lulus pada Spesiallsasi sesuai dengan kebutuhan yang tersedia.
  15.       Keputusan Panitia SPMB SpesialisasI Diploma I dan Diploma III PKN STAN Tahun 2018 tidak dapat diganggu gugat.
  16.       Apabila Peserta SPMB Spesiallsasi Diploma I dan Diploma III PKN STAN Tahun 2018 memberikan keterangan dan/atau data yang tidak benar, dan di kemudian hari diketahui, baik pada:
  17.       setiap tahapan ujian;
  18.       pendaftaran ulang;
  19.       saat telah menjadi mahasiswa; atau
  20.       saat telah dinyatakan sebagai lulusan PKN STAN,

maka Politeknik Keuangan Negara STAN berhak:

  1. membatalkan kelulusan yang bersangkutan dalam SPMB Spesiallsasi Diploma I dan Diploma III PKN STAN Tahun 2018; atau
  2. mengeluarkan yang bersangkutan dari program pendidikan di PKN STAN; atau
  3. membatalkan kelulusan pada program pendidikan di PKN STAN dalam hal yang bersangkutan telah dinyatakan sebagai lulusan Politeknik Keuangan Negara STAN.
  4.       Apabila terdapat informasi yang dianggap kurang jelas atau terdapat masalah yang terkait dengan proses pendaftaran, calon peserta dapat menghubungi Panitia Pusat SPMB PKN STAN melalui e-mail: This email address is being protected from spambots. You need JavaScript enabled to view it..
  5.   Informasi terkait SPMB PKN STAN dapat diakses melalui Tw/ffer (@pknstanid), Facebook (PKN STAN), dan Instagram (@pknstan).

Mengapa Try Out di SeeInSTAN?

Lorem ipsum dolor sit amet, consectetur adipiscing elit. Ut libero tellus, pretium eu aliquam quis, ornare ut dui. Curabitur et malesuada nisl. Morbi eu ligula pretium, tempus orci varius, gravida arcu. Suspendisse potenti. Fusce at laoreet risus. Nunc scelerisque consequat tortor vulputate porttitor. Curabitur nec nunc in velit accumsan luctus. Integer lobortis mauris lacinia pulvinar vestibulum. Nunc vitae ipsum congue odio fermentum condimentum.

Donec ultricies, justo eget dapibus rutrum, lectus mi congue massa, nec porttitor erat metus sagittis neque. Class aptent taciti sociosqu ad litora torquent per conubia nostra, per inceptos himenaeos. Duis magna arcu, maximus sed lorem eu, mollis consectetur sapien. Aliquam vitae purus eu ligula suscipit tempor a ac augue. Integer condimentum ex non orci hendrerit condimentum.