Sistem Drop Out. Mitos atau Beneran?

Hai Calon Stanners

Pasti banyak ya dari kalian yang sudah pernah dengar dari saudara, teman, ataupun guru-guru kalian kalau kuliah di PKN STAN itu ga gampang, karena adanya system Drop Out (DO). Bener ga sih? Terus apa saja yang dapat membuat mahasiswa di drop out?. Simak penjelasan kita berikut ini.

Sistem DO di PKN STAN memang bener adanya, namun kampus tidak serta merta membuat sistem ini tanpa ada alasannya, tujuan adanya sistem drop out adalah sebagai kontrol bagi mahasiswa agar dapat menjalakan perkuliahan sebagaimana seharusnya. Kontrol ini diperlukan karena pendidikan mahasiwa PKN STAN dibiayai menggunakan uang Rakyat dan tugas mereka adalah belajar. Jadi sistem DO diperlukan agar mahasiwanya tidak malas-malasan belajar.

Tapi tenang aja, mahasiswa tidak akan di drop out tanpa ada alasan yang jelas. Jadi tidak usah terlalu takut ya :D

Berikut adalah penyebab-penyabab mahasiwa di-Drop out:

1. Indeks Prestasi

    Di PKN STAN ada syarat kelulusan minimum yang harus capai setiap semesternya yaitu.

        a. Tidak boleh dapat nilai D pada MPK (Mata Kuliah Pengembangan Kepribadian), MPB (Mata Kuliah Perilaku Berkarya), MKB (Mata Kuliah Keahlian Berkarya)

       b. Tidak boleh lebih dari 2 Nilai D pada Mata Kuliah Keilmuan dan Keterampilan (MKK) dan MBB (Mata Kuliah Berkehidupan Bermasyarakat)

          c. Tidak boleh mendapat nilai E di semua mata kuliah

          d. Semester ganjil IP minimal 2,75

          e. Semester genap IPK minimal 2, 75

2. Kehadiran

    Kehadiran adalah faktor lain yang bisa menyebabkan seorang mahasiswa digugurkan dari pendidikannya di PKN STAN. Kehadiran mahasiswa dalam mengikuti perkuliahan akan menentukan seorang mahasiswa PKN STAN boleh mengikuti ujian atau tidak. Kriteria kehadiran mahasiswa yang diperbolehkan untuk mengikuti ujian adalah minimal hadir sebanyak 80% dari total pertemuan untuk setiap mata kuliah. Jika seorang mahasiswa tidak memenuhi kuota kehadiran sebanyak 80% atau tidak hadir lebih dari 3 (tiga) kali dalam satu mata kuliah maka mahasiswa yang bersangkutan tidak diperkenankan untuk mengikuti ujian yang otomatis akan mendapatkan nilai E pada mata kuliah tersebut. Dan mahasiswa yang bersangkutan tidak dapat melanjutkan pendidikannya di PKN STAN. Jadi jangan coba-coba tidak hadir kurang dari 80% ya.

3. Mencontek

     Ini adalah kasus yang paling parah, mencontek di STAN adalah perbuatan yang sangat tidak terpuji, yang apabila ketahuan kalian tidak perlu menunggu hasil ujian keluar, karena kalian akan langsung di sidang Drop Out. Hal ini sudah menjadi hal yang sangat dipatuhi oleh mahasiswa STAN karena sudah banyak kasus yang terbukti. Jadi bagi calon Stanners harus siap untuk mengandalkan diri sendiri pada saat ujain.

Jadi kalian ga usah terlalu takut, rata-rata tren IPK mahasiwa PKN STAN >3.00 karena kebanyakan anak STAN tuh pinter-pinter dan tidak pelit untuk berbagi ilmunya, biasanya yang paling pinter dikelas akan jadi tentor buat teman-temannya yang masih belum paham dengan materi yang diajarkan. Jadi apabila kalian tidak berbuat macem-macem, dan mentaati semua aturan yang berlaku di PKN STAN, kalian pasti bisa lulus dengan nilai yang memuaskan.

Administrator